Dari sekian banyak pendekatan yang biasanya dilaksanakan ketika
membaca dan mempelajari satu bagian Alkitab (buku, pasal, atau satu ayatpun),
ilmu teologi, khususnya teologi dispensasional, selain melihat bagian Alkitab
itu di dalam konteks (both immediate and remote contexts), juga mengenal apa
yang disebut “prinsip-prinsip” dan “dispensasi-dispensasi.”
Apabila kita gagal melihat kedua hal ini, maka tidak jarang kita kurang tepat (fall short) dalam memahami teks Alkitab dan akhirnya dapat bermuara pada salah satu dari dua kutub ekstrem yakni: (1) Kita harus belajar dan memraktikkan “semua” ketentuan atau perintah yang tertulis di dalam Alkitab; atau (2) Kita harus belajar Alkitab semuanya, tetapi “hanya” melaksanakan apa yang diperintahkan di dalam Perjanjian Baru.
Akan sangat mudah bagi kita (ahli maupun awam sekalipun) untuk mengetahui bahwa kedua kutub ekstrem tersebut di atas itu ... Temukan artikel lengkapnya di sini.
No comments:
Post a Comment